Menu

Mode Gelap
 

Berita · 7 Feb 2024 21:35 WIB

BRGM dan KLHK Serentak Tanam Pohon di 13 Provinsi Pasca Hari lahan Basah Sedunia


					BRGM dan KLHK Serentak Tanam Pohon di 13 Provinsi Pasca Hari lahan Basah Sedunia Perbesar

Selatpanjangpos.id, Merbau-Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanam pohon bersama pihak terkait. Salah satunya adalah pulau terluar di Provinsi Riau yaitu di Kabupaten Kepulauan Meranti, di Desa lukit Pulau Padang. Rabu (07/02/2024)

Desa Lukit, Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau merupakan salah satu dari 13 provinsi yang menjadi lokasi penanaman pohon serentak pada peringatan hari lahan basah sedunia. Lokasi penanaman 100 bibit sagu ini dilaksanakan di lahan bekas terbakar di tahun 2014 silam.

Sejak tahun 2020 desa Lukit terus berinsiatif untuk mengusulkan penanaman sagu dengan hasil nyata. Hingga 2023, seluas 75 hektar lahan di desa Lukit telah ditanami sebanyak 18.000 bibit sagu, dan pada tahun 2024 ini akan ditanam pada areal seluas 30 hektar.

Ekosistem lahan basah gambut dan mangrove di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dengan ekosistem gambut seluas 13,9 juta hektar dan mangrove seluas 3,36 juta hektar. Kedua ekosistem ini memiliki peran penting dengan memberikan berbagai manfaat nilai instrik dan fungsi kehidupan seperti penyimpan cadangan karbon, perlindungan dari bencana, habitat untuk biodiversitas, hingga pemenuhan kebutuhan manusia yang bernilai ekonomi serta eco-tourism.

Tepat pada tanggal 2 Februari 2024 lalu, dunia merayakan hari lahan basah yang mengangkat tema Wetlands and Human Wellbeing, yang memberi penekanan akan pentingnya pelestarian dan pengelolaan lahan basah guna mendukung kesejahteraan kehidupan masyarakat sehari-hari. Peringatan hari lahan basah ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan ekosistem gambut dan mangrove.

Tema hari lahan basah sedunia ini sejalan dengan visi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk memulihkan gambut, menghijaukan mangrove, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka perayaan hari lahan basah sedunia, BRGM mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam aksi penanaman pohon serentak di ekosistem gambut dan mangrove pada tanggal 7 Februari 2024.

Kegiatan penanaman serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia, namun untuk BRGM pelaksanaannya di wilayah kerja BRGM itu sendiri yaitu Provinsi Riau, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

Pelaksanaan penanaman serentak ini dipimpin langsung oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya di Cianjur, Provinsi Jawa Barat serta Kepala BRGM, Hartono, di Desa Lukit, Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Dikesempatan acara tersebut Hartono selaku Kepala BRGM Republik Indonesia menyampaikan pentingnya pengelolaan lahan basah serta manfaat terhadap masyarakat.

“Lahan basah, termasuk gambut dan mangrove, memiliki manfaat yang begitu besar, kita harus kelola secara bijak. BRGM dan KLHK bermitra dengan masyarakat dalam pelaksanaan penanaman di gambut dan mangrove untuk mendorong keberlanjutan pengelolaan ke depannya,”ucap Hartono.


Sagu yang kita tanam hari ini, selain bisa membantu menahan air sehingga gambut tidak terbakar, juga dapat mendukung ketahanan pangan melalui diversifikasi,”tambahnya lagi

Perlu diketahui penanaman sagu di Pulau Padang ini memiliki 4 tujuan yaitu mencegah kebakaran, mencegah emisi lahan gambut (baik dari kebakaran maupun dekomposisi gambut), sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar, karena sagu merupakan tanaman dengan nilai ekonomi tinggi, serta mencegah terjadinya bencana yg diakibatkan land subsidence. Lebih jauh lagi, sagu sebagai salah satu makanan pokok dapat menjadi solusi dari ancaman kelangkaan pangan.

Sejak tahun 2016 hingga kini, di provinsi Riau telah melaksanakan kegiatan restorasi gambut seluas 452.631 hektar melalui kegiatan pembasahan dengan pembangunan 1.125 unit sumur bor, 1.835 unit sekat kanal, dan 5 unit kanal timbun. Selain itu, telah dilaksanakan kegiatan penanaman kembali (revegetasi) pada lahan gambut seluas 400 hektar, dan pemberian bantuan revitalisasi mata pencaharian sebanyak 289 paket.

Pada kesempatan ini hadir juga Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Beliau juga menyampaikan bahwa penanaman pohon tersebut adalah bukti bahwa pemerintah berkomitmen untuk meminimalisir resiko.


“Aksi penanaman pohon merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana dan pengendalian perubahan iklim. Sebagai upaya menjaga bumi dari pemanasan Global yang sudah menjadi ancaman nyata, dan perlu diantisipasi bersama,” ujar Vivien.

Sementara itu waktu bersamaan Plt . Kepala Dinas Lingkungan Hidup Riau sekaligus Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Sekretariat Riau, M. Job Kurniawan hadir pada kesempatan ini mewakili Gubernur Riau. Job mengatakan dengan adanya BRGM kebakaran yang terjadi angkanya bisa menurun.

“Kami menyambut baik acara ini. Semoga kegiatan penanaman serentak BRGM dan KLHK kegiatan dapat terus dilaksanakan. Desa Lukit ini merupakan desa yang mengalami kebakaran pada tahun 2017. Allhamdullilah dengan adanya BRGM, dengan adanya sekat kanal kebakaran jauh lebih menurun. Kami berharap kegiatan kali ini menjadi awal kita bersama untuk bersinergi dalam pembangunan Riau Hijau,” ujar Job.

Aksi penanaman pohon ini menjadi simbol sinergitas dan komitmen para stakeholders hingga masyarakat tapak agar ikut berpartisipasi menjaga ekosistem lahan basah di Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Author

Baca Lainnya

Panwascam Rangsang Beri Imbauan Masa Tenang Soal APK Peserta Pemilu

7 Februari 2024 - 22:52 WIB

Dinas PUPR Meranti Bersih Sampah Dengan cara unik

4 Februari 2024 - 14:33 WIB

Sudah 10 Ribu Warga Kepulauan Meranti Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan, Dua Ahli Waris Dapat JKM

1 Februari 2024 - 21:55 WIB

Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit di Dinas Perkim-LH Meranti Tahun 2022 Bakal ada Tersangka

31 Januari 2024 - 01:01 WIB

Bupati Bengkalis Hadiri Pemakaman Wartawati Susi Yanti, JMSI Riau Kehilangan Kader Terbaik

28 Januari 2024 - 15:45 WIB

Wakapolres Kepulauan Meranti Terima Sejumlah Laporan saat Cooling System

26 Januari 2024 - 14:49 WIB

Trending di Berita