Menu

Mode Gelap
 

Sosial · 12 Sep 2026 19:46 WIB

Rumah Alif Terbakar, NU Meranti Salurkan Bantuan Rp24,8 Juta


 Jajaran PC GP Ansor Kepulauan Meranti bersama unsur NU menyerahkan bantuan kepada Alif, korban kebakaran rumah di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Sabtu (12/9/2026). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp24,8 juta. Perbesar

Jajaran PC GP Ansor Kepulauan Meranti bersama unsur NU menyerahkan bantuan kepada Alif, korban kebakaran rumah di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Sabtu (12/9/2026). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp24,8 juta.

RANGSANG (SP) Musibah kebakaran yang menimpa rumah Alif, salah seorang Sahabat Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Rangsang, mendapat perhatian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hampir tiga pekan setelah rumahnya terbakar, Alif menerima bantuan sebesar Rp24,8 juta yang dihimpun dari keluarga besar NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser serta warga Nahdliyin di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bantuan tersebut diserahkan saat jajaran PC GP Ansor Kepulauan Meranti bersama unsur NU mengunjungi kediaman Alif di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Sabtu (12/9/2026).

Rumah Alif sebelumnya dilanda kebakaran pada Sabtu (22/8/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan keluarga korban kehilangan tempat tinggal serta sejumlah harta benda.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Ky. Muhammad Shodiq, S.Pd., Wakil Ketua PW GP Ansor Riau; Muhammad Taufik, M.Pd., Ketua LDNU Kepulauan Meranti; Fuji Rizqiono, S.E., Kasatkorcab Banser Kepulauan Meranti; H. Ulya, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Rangsang; serta jajaran pengurus GP Ansor dan Banser Kepulauan Meranti.

Tidak sekadar menyerahkan bantuan, rombongan juga meluangkan waktu berdialog dengan keluarga korban. Mereka mendengarkan kondisi keluarga sekaligus memberikan dukungan agar Alif dan keluarga tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

Ketua PC GP Ansor Kepulauan Meranti, Muttaqin, ST, mengatakan kunjungan itu merupakan bentuk silaturahmi sekaligus kepedulian terhadap sesama sahabat yang sedang menghadapi musibah.

“Beliau adalah sahabat kita. Kita bersilaturahmi dan turut merasakan kesedihan yang beliau alami. Kita yakin ini adalah kersane Gusti Allah,” ujar Muttaqin.

Menurutnya, persaudaraan tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan. Kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama ketika salah seorang sahabat sedang menghadapi kesulitan.

“Kami peduli dan akan selalu bersinergi bersama-sama untuk para sahabat, terlebih bagi mereka yang sedang diuji Gusti Allah,” katanya.

Muttaqin menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang dihimpun dari para sahabat Ansor-Banser serta warga Nahdliyin di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena bantuan baru dapat disalurkan pada kesempatan tersebut. Sebelumnya, jajaran PC GP Ansor Kepulauan Meranti tengah mendampingi para kiai mengikuti agenda Muktamar PBNU di Jombang.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kepulauan Meranti, Ky. Muhammad Dalhar, turut memberikan penguatan kepada keluarga korban.

Ia mengajak keluarga Alif untuk tetap bersabar dan menerima musibah sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT. Menurutnya, setiap kejadian tentu memiliki hikmah dan diharapkan menjadi jalan bagi datangnya kebaikan.

“Setiap kejadian, apa pun itu, semoga Allah mengganti apa yang telah raib dengan yang lebih baik, manfaat, barokah dan maslahat. Apa yang telah hilang dari hidup kita sebagai penghapus dosa dan kesalahan, dikifaratkan dan dihapus dosanya oleh Allah SWT,” tuturnya.

Bantuan Rp24,8 Juta

Solidaritas keluarga besar NU Kepulauan Meranti diwujudkan melalui bantuan yang berhasil dihimpun dari sejumlah unsur.

PC GP Ansor Kepulauan Meranti menyerahkan bantuan sebesar Rp10.950.000. Kemudian PCNU Kepulauan Meranti sebesar Rp4.850.000 dan MWC NU Kecamatan Rangsang sebesar Rp9.000.000.

Dengan demikian, total bantuan yang diserahkan mencapai Rp24.800.000.

Selain bantuan uang tunai, keluarga korban juga menerima bingkisan pakaian yang diberikan para sahabat GP Ansor.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Alif dalam memenuhi kebutuhan setelah kehilangan sejumlah harta benda akibat kebakaran.

Bagi keluarga korban, bantuan tersebut bukan semata-mata soal nominal. Kehadiran para sahabat menjadi bentuk dukungan moral di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.

Musibah kebakaran memang meninggalkan kerugian dan duka. Namun, kepedulian yang ditunjukkan keluarga besar NU, GP Ansor dan Banser menjadi pengingat bahwa persaudaraan tetap dapat tumbuh di tengah musibah.

Organisasi, tidak hanya berbicara mengenai struktur dan kegiatan formal. Lebih dari itu, organisasi juga menjadi wadah untuk saling menguatkan dan hadir ketika salah seorang anggotanya membutuhkan dukungan.

Rumah Alif boleh dilalap api. Harta benda pun dapat hilang. Namun, semangat persaudaraan dan kepedulian sesama tidak ikut terbakar.Ketika api telah padam, kepedulian justru terus menyala.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Jalan Santai Meriahkan HUT RI, Syafri Syarif Ajak Warga Jaga Kekompakan

16 Agustus 2026 - 18:23 WIB

BRI Hadiri Pelantikan WALUBI dan Maju Buthi Meranti, Perkuat Sinergi dengan Umat Beragama

20 Juli 2026 - 21:07 WIB

Khitanan Massal di Selatpanjang, Puluhan Anak Dapat Layanan Gratis

4 Juli 2026 - 11:36 WIB

Polres Meranti Bedah Rumah Warakawuri, Kado Hari Bhayangkara ke-80

30 Juni 2026 - 19:25 WIB

Trending di Sosial