SELATPANJANG (SP) – Pemadaman listrik yang kembali terjadi berulang di Selatpanjang dan sejumlah wilayah Kepulauan Meranti menjadi sorotan mahasiswa. Kondisi tersebut dinilai tak kunjung tuntas dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kamis(13/08/2026)
Aspirasi itu disuarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Meranti bersama Ikatan Pemuda Pemudi Selatpanjang (IPPS), mahasiswa STKIP Meranti dan mahasiswa Universitas Terbuka (UT).
Mereka menilai persoalan pemadaman listrik bukan lagi masalah baru. Gangguan serupa disebut terus terjadi dari tahun ke tahun, sehingga masyarakat mempertanyakan keandalan pasokan listrik serta kesiapan PLN ULP Selatpanjang dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Kami tidak mempersoalkan jika terjadi gangguan teknis. Yang menjadi pertanyaan adalah ketika pemadaman terjadi berulang kali, sementara masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab, durasi dan langkah penanganannya,” ujar Amar perwakilan mahasiswa kepada wartawan
Menurutnya, masyarakat sebagai pelanggan berhak memperoleh informasi yang transparan setiap kali terjadi pemadaman. Termasuk penyebab gangguan, wilayah terdampak dan perkiraan waktu listrik kembali normal.
“Masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan informasi yang transparan. Ketika listrik padam, harus ada penjelasan yang jelas, kapan diperkirakan menyala kembali dan apa langkah PLN agar gangguan tersebut tidak terus berulang,” tegasnya.
Berdampak ke Pelaku UMKM
Pemadaman listrik yang terjadi berulang juga memberikan dampak terhadap aktivitas pelaku UMKM di Selatpanjang dan sekitarnya.
Listrik menjadi kebutuhan penting untuk menjalankan berbagai usaha. Mulai dari mesin produksi, lemari pendingin, freezer, mesin kasir, komputer hingga peralatan pendukung lainnya.
Pemadaman secara tiba-tiba dan tanpa kepastian waktu dapat membuat aktivitas usaha terhenti. Kondisi tersebut bahkan berpotensi menimbulkan kerugian, terutama bagi usaha yang bergantung pada peralatan pendingin.
“Pemadaman listrik bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelaku UMKM. Karena itu, keandalan listrik sangat berkaitan dengan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Tagih Solusi Jangka Panjang
Mahasiswa juga mempertanyakan kesiapan PLN ULP Selatpanjang dalam menghadapi kebutuhan listrik masyarakat yang terus berkembang.
Mereka berharap PLN tidak hanya melakukan perbaikan ketika gangguan terjadi, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan jaringan dan pasokan listrik.
“Kami berharap PLN tidak hanya memberikan penjelasan ketika terjadi pemadaman, tetapi juga menunjukkan solusi jangka panjang. Jangan sampai persoalan yang sama terus terjadi setiap tahun dan dianggap sebagai sesuatu yang biasa,” katanya.
Persoalan pemadaman listrik sebelumnya juga pernah menjadi perhatian Pemkab Kepulauan Meranti. Pada Oktober 2025, pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi bersama PLN setelah masyarakat mendatangi Kantor ULP PLN Selatpanjang untuk meminta kejelasan terkait pemadaman yang terjadi berulang.
Memasuki 2026, keluhan serupa kembali disampaikan masyarakat. Hal itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kondisi jaringan, kapasitas sistem kelistrikan serta langkah yang disiapkan PLN untuk mengatasi persoalan tersebut.
Tunggu Klarifikasi PLN
Atas kondisi tersebut, mahasiswa meminta Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab pemadaman yang terjadi berulang, kondisi jaringan, langkah perbaikan hingga solusi jangka panjang.
Mereka juga meminta PLN memberikan pemberitahuan apabila pemadaman merupakan bagian dari pemeliharaan terencana. Sedangkan apabila terjadi gangguan, masyarakat berharap diberikan informasi mengenai penyebab dan estimasi waktu pemulihan.
Sebagai bentuk keterbukaan sekaligus memberikan ruang hak jawab kepada PLN, mahasiswa menyatakan menunggu video klarifikasi resmi dari PLN ULP Selatpanjang paling lambat Senin (17/8).
“Kami meminta solusi, bukan sekadar penjelasan. Masyarakat ingin melihat adanya perbaikan nyata agar persoalan pemadaman listrik ini tidak terus berulang dari tahun ke tahun,” pungkasnya.










