SELATPANJANG (SP) – Upaya pencarian korban kecelakaan laut yang melibatkan dua speedboat di Perairan Selat Air Hitam, Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari dilakukan penyisiran, Bima Zulkarnain, 28, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (5/9) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban ditemukan di wilayah perairan Desa Sialang Pasung, Kecamatan Rangsang, yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal kecelakaan. Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan sejak insiden terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 15.10 WIB.
Kecelakaan laut tersebut melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Pasca kejadian, tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kecelakaan hingga sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Abdul Roni, S.H., membenarkan penemuan korban tersebut.
“Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di Perairan Desa Sialang Pasung,” ujar Abdul Roni.
Dia menjelaskan, operasi pencarian hari ketiga dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelum melakukan penyisiran, tim terlebih dahulu melakukan pengecekan personel dan sarana pendukung, kemudian membagi sektor pencarian berdasarkan kondisi wilayah perairan.
Sebanyak 21 personel terlibat dalam pencarian tersebut. Mereka terdiri dari lima personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, tiga personel Ditpolairud Polda Riau, dua personel TNI AL, lima personel Basarnas, serta enam orang dari pihak keluarga korban.
Dalam proses pencarian, tim mempertimbangkan kondisi arus dan cuaca serta karakteristik perairan untuk menentukan wilayah yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban.
Sekitar pukul 10.00 WIB, tim menerima informasi mengenai keberadaan korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban yang ditemukan diduga kuat merupakan Bima Zulkarnain.
Korban ditemukan pada koordinat 1° 1′ 35.097″ Lintang Utara dan 102° 41′ 26.170″ Bujur Timur. Selanjutnya, tim SAR gabungan melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut.
Bima diketahui merupakan warga Parit I/II Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian dinyatakan selesai. Selanjutnya, tim gabungan berkoordinasi dengan keluarga dan instansi terkait untuk proses identifikasi serta penanganan korban.
Abdul Roni menyampaikan, seluruh proses pencarian hingga evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 15.10 WIB di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak laporan diterima, pencarian dilakukan secara berkelanjutan hingga korban terakhir berhasil ditemukan pada hari ketiga. (Syahrul)










