Menu

Mode Gelap
 

Adat Budaya · 12 Agu 2026 18:06 ·

Pengurus LAMR Meranti Ikuti Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka


 Pengurus LAMR Meranti Ikuti Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka Perbesar

Pengurus LAMR Meranti Ikuti Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka

SELATPANJANG (SP) – Jajaran pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka bertajuk “BAB AL QAWA’ID dan Kesultanan Islam Nusantara”, Rabu (12/8/2026).

Seminar yang diselenggarakan Institut Agama Islam Tafaquh Fiddin (IAITF) Dumai tersebut digelar secara hibrid, yakni tatap muka dan daring. Kegiatan dipusatkan di Ruang Raja Indra Pahlawan Lantai 2 Kantor Bupati Siak dan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

Seminar tersebut turut diikuti 785 peserta dari berbagai kalangan, mulai akademisi, praktisi hingga tokoh masyarakat melalui Zoom Meeting.

Kegiatan dibuka secara resmi Bupati Siak, Dr Afni Z, S.A.P., M.Si. Dalam kesempatan itu, Afni juga menjadi salah satu keynote speaker bersama sejumlah akademisi dan tokoh lainnya.

Sejumlah keynote speaker yang hadir antara lain Presiden PIPSM Prof Dr S. Salahudin Suyurno serta Rektor IAITF Dumai yang juga Sekjen PIPSM, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil.

Sementara materi seminar disampaikan sejumlah narasumber dari Indonesia dan Malaysia. Di antaranya Ustaz Ahmad Syarifuddin, SH dari IAITF Dumai, Prof Dr Hj R.A. Huzaifah Dato’ Hasim, SE dari DMDI International College Malaysia, Dr Azizur Rahman Ramli dari Universiti Teknologi MARA Cawangan Johor Malaysia, Datuk Seri Drs H. Arfan Usman, M.Pd selaku Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak, serta Dr M. Hatta, M.Pd dari STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak.

Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan seminar internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang penting untuk memperluas pemahaman terhadap sejarah dan peradaban Melayu, khususnya kawasan pesisir Selat Melaka.

“Seminar ini memberikan perspektif yang sangat kaya bagi pengembangan kajian komunikasi budaya dan Islam. Warisan sejarah serta kaidah Bab Al Qawa’id bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi peradaban yang harus terus didokumentasikan, disiarkan dan dilestarikan oleh generasi muda,” ujar Afrizal.

Ia menilai, upaya menjaga warisan budaya Melayu tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media komunikasi juga harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan Melayu kepada generasi muda.

“Terutama melalui pendekatan media dan komunikasi Islam,” katanya.

Afrizal berharap forum internasional semacam itu dapat terus dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat Melayu di kawasan pesisir Selat Melaka.

Menurutnya, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi, lembaga adat serta tokoh masyarakat dari Indonesia dan Malaysia penting dalam memperkuat hubungan budaya serumpun.

Seminar tersebut ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IAITF Dumai dan LAMR Kabupaten Siak. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Tepung Tawar Satukan Meranti dan Negeri Melaka, Perkuat Kolaborasi Budaya dan Pelestarian Lingkungan

1 Agustus 2026 - 10:13

LAMR Meranti Antar Datuk AKBP Aldi Alfa Faroqi ke LAMR Rohil

15 Juli 2026 - 16:41

Trending di Adat Budaya