Menu

Mode Gelap
 

Adat Budaya · 1 Agu 2026 10:13 ·

Tepung Tawar Satukan Meranti dan Negeri Melaka, Perkuat Kolaborasi Budaya dan Pelestarian Lingkungan


 Tepung Tawar Satukan Meranti dan Negeri Melaka, Perkuat Kolaborasi Budaya dan Pelestarian Lingkungan Perbesar

Tepung Tawar Satukan Meranti dan Negeri Melaka, Perkuat Kolaborasi Budaya dan Pelestarian Lingkungan

SELATPANJANGPOS.ID, MERANTI – Prosesi Tepung Tawar yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi penanda eratnya hubungan masyarakat serumpun Melayu antara Kepulauan Meranti dan Negeri Melaka, Malaysia. Tradisi adat itu juga menjadi ruang memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga adat dalam menjaga budaya serta kelestarian lingkungan.

Prosesi yang berlangsung di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (31/7/2026), dihadiri Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah mewakili Bupati AKBP (Purn) H. Asmar, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., jajaran pengurus LAMR, serta rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka yang dipimpin Encik Shaari bin Abu.

Kedatangan rombongan disambut tabuhan kompang dan pertunjukan silat Melayu sebelum memasuki balai adat. Dalam prosesi tersebut, Kapolres menerima pemasangan tanjak sebagai simbol penghormatan, kemudian mengikuti Tepung Tawar dan doa bersama yang dipimpin para tokoh adat.

Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Afrizal Cik, mengatakan hubungan antara lembaga adat dan Polres Kepulauan Meranti selama ini berjalan harmonis. Menurutnya, kedua institusi memiliki kepentingan yang sama, yakni menjaga keamanan masyarakat sekaligus merawat adat dan budaya Melayu.

Ia juga menyinggung persoalan abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir Kepulauan Meranti. Karena itu, dukungan terhadap Program Green Policing dinilai menjadi langkah bersama dalam menjaga lingkungan.

“Visi kami sejalan, yakni menjaga dan melestarikan adat Melayu sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Afrizal.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang diberikan masyarakat adat. Ia berharap dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat selama mengemban tugas di Kepulauan Meranti.

“Kehadiran saya bukan hanya menjalankan tugas sebagai Kapolres, tetapi juga ingin menjadi bagian dari masyarakat Melayu. Saya berharap mendapat bimbingan dan dukungan dalam menjalankan amanah ini,” katanya.

Sementara itu, rombongan Persatuan Ketua-Ketua Kampung Negeri Melaka menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat hubungan persaudaraan dengan Kepulauan Meranti melalui kerja sama di bidang budaya, pendidikan, pariwisata, dan sektor lainnya. Mereka juga mengundang Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti beserta Kapolres untuk melakukan kunjungan balasan ke Negeri Melaka.

Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah H. Sudandri Jauzah mengatakan hubungan masyarakat serumpun yang telah terjalin selama ini perlu terus dirawat melalui kerja sama yang memberi manfaat bagi kedua daerah.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata, ramah tamah, serta penanaman pohon secara simbolis di halaman Balai Adat LAMR. Penanaman pohon menjadi simbol kolaborasi pemerintah, kepolisian, lembaga adat, dan masyarakat serumpun dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi dampak abrasi yang menjadi tantangan di wilayah pesisir Kepulauan Meranti.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

LAMR Meranti Antar Datuk AKBP Aldi Alfa Faroqi ke LAMR Rohil

15 Juli 2026 - 16:41

Trending di Adat Budaya