MERANTI (SP) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program bantuan bedah rumah. Program yang sebelumnya dikenal sebagai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) itu kini telah mendapat alokasi sebanyak 997 unit rumah untuk masyarakat di daerah tersebut. Jumat (21/08/2026)
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Kabupaten Kepulauan Meranti, Agustiono, mengatakan bantuan tersebut disalurkan secara bertahap. Sasaran utamanya adalah masyarakat yang membutuhkan hunian lebih layak, sehat, aman dan nyaman.
“Untuk Kabupaten Kepulauan Meranti sampai saat ini mendapatkan alokasi bantuan bedah rumah sebanyak 997 unit. Bantuan ini disalurkan dalam beberapa tahap,” ujar Agustiono.
Untuk tahap pertama, Meranti memperoleh alokasi sebanyak 200 unit rumah. Dari jumlah tersebut, pembangunan fisik telah menunjukkan progres cukup signifikan.
Sebanyak 67 unit rumah telah rampung 100 persen. Sedangkan 133 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Agustiono mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembangunan. Hal itu dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai ketentuan dan bantuan benar-benar dirasakan masyarakat penerima.
Selain tahap pertama, Kabupaten Kepulauan Meranti juga mendapat alokasi bantuan pada tahap 8 dan 9 sebanyak 767 unit rumah. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
“Untuk tahap 8 dan 9 kita mendapatkan alokasi sebanyak 767 unit hasil kolaborasi bersama BNPP. Saat ini sudah masuk dalam tahap pemilihan terbuka toko untuk pengadaan bahan material,” jelasnya.
Di luar alokasi tersebut, Meranti juga memperoleh tambahan kuota 30 unit rumah melalui usulan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani.
Tambahan bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di Desa Tanjung Bunga. Saat ini, pemerintah masih melakukan proses verifikasi terhadap calon penerima sebelum program dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
“Untuk tambahan 30 unit dari usulan Ibu Dewi Juliani, saat ini masih dalam tahap verifikasi calon penerima. Setelah proses verifikasi selesai, program akan dilanjutkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” katanya.
Agustiono berharap seluruh tahapan program bedah rumah, termasuk bantuan yang sebelumnya dikenal sebagai BSPS tersebut, dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Terutama, kata dia, masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan perbaikan terhadap kondisi tempat tinggalnya.
Menurutnya, program bedah rumah tidak hanya berfokus pada pembangunan maupun perbaikan fisik rumah. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang memenuhi aspek kelayakan, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.
“Harapan kita bantuan ini tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat memiliki rumah yang lebih layak, aman, sehat, serta memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima,” pungkasnya. (Syahrul)










