MERANTI (SP) – Pemerintah Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebingtinggi Timur, berharap PLN ULP Selatpanjang segera menambah kapasitas mesin pembangkit listrik. Penambahan daya tersebut dinilai penting agar seluruh masyarakat desa setempat dapat menikmati layanan listrik secara lebih optimal. Senin (14/09/2026)
Kepala Desa Kepau Baru, Acat, mengatakan saat ini kapasitas yang tersedia belum mampu melayani seluruh warga. Untuk sementara, penyambungan baru dapat dilakukan terhadap sekitar 150 pelanggan.
“Untuk saat ini Desa Kepau Baru hanya mampu untuk penyambungan KWh sebanyak 150 pelanggan karena keterbatasan daya. Dari 150 pelanggan tersebut, kita sudah mendapatkan kesepakatan antara masyarakat dengan pemerintah desa,” ujar Acat.
Dia mengatakan, pemasangan KWh meter bagi 150 pelanggan yang telah masuk dalam kesepakatan tersebut diharapkan dapat direalisasikan dalam pekan ini.
“Insya Allah dalam minggu ini pemasangan KWh meter dari 150 pelanggan tersebut akan segera terealisasi,” tambahnya.
Namun demikian, pemerintah desa masih berharap adanya penambahan mesin dari PLN agar warga yang belum mendapatkan sambungan listrik juga dapat menikmati layanan listrik seperti masyarakat di desa lainnya.
Acat menyebut, masyarakat Desa Kepau Baru sudah cukup lama mendambakan layanan listrik yang dapat beroperasi selama 24 jam.
“Saya selaku Kepala Desa Kepau Baru sangat berharap kepada Manajer PLN ULP Selatpanjang supaya secepatnya bisa menambahkan mesin. Warga saya sudah sangat lama mendambakan listrik 24 jam seperti di desa lainnya,” katanya.
Menurutnya, jika seluruh masyarakat telah mendapatkan sambungan listrik, persoalan kelistrikan di Desa Kepau Baru diharapkan tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Selatpanjang Roni Saputra membenarkan bahwa kapasitas daya yang tersedia saat ini belum mampu mengakomodasi seluruh permintaan sambungan listrik di Desa Kepau Baru.
“Mesin kita hanya surplus 300 kWh dan cuma mampu untuk melayani sambungan KWh lebih kurang 150 pelanggan,” jelas Roni.
Menurutnya, kondisi tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah Desa Kepau Baru. PLN meminta pemerintah desa membuat kesepakatan melalui kepala dusun dan kepala desa sebagai perwakilan masyarakat untuk menentukan warga yang akan mendapatkan sambungan terlebih dahulu.
Dari hasil kesepakatan tersebut, pemerintah Desa Kepau Baru kemudian menyerahkan data nama-nama pelanggan kepada PLN untuk dilakukan penyambungan secara bertahap.
Terkait penambahan mesin, Roni mengatakan pihaknya akan mengusulkan kebutuhan tersebut. Namun, dia belum dapat memastikan kapan penambahan mesin dapat direalisasikan.
“Secepatnya akan kita usulkan, namun kita tidak tahu pasti kapan pastinya bisa terealisasi,” ujarnya.
Persoalan kelistrikan di Desa Kepau Baru juga mendapat perhatian dari Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Penegak Keadilan Republik Indonesia (LSM KPK-RI) Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ketua DPC LSM KPK-RI Kabupaten Kepulauan Meranti, Jamaluddin, menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah desa dalam memperjuangkan peningkatan layanan listrik bagi masyarakat.
“Saya selaku Ketua LSM KPK-RI Kabupaten Kepulauan Meranti mendukung sepenuhnya terhadap pemerintah Desa Kepau Baru dalam memajukan desanya. Seperti yang kita ketahui, masyarakat Kepau Baru sudah lama mendambakan listrik 24 jam dan meminta kepada PLN Selatpanjang supaya secepatnya bisa menambahkan mesin,” katanya.
Jamaluddin berharap PLN ULP Selatpanjang dapat segera mencari solusi terhadap keterbatasan kapasitas tersebut sehingga masyarakat yang belum mendapatkan sambungan listrik tidak harus menunggu terlalu lama.
Menurutnya, kebutuhan listrik merupakan salah satu bagian penting dalam menunjang aktivitas dan perkembangan masyarakat di Desa Kepau Baru.
“Kami berharap pimpinan PLN ULP Selatpanjang secepatnya dapat menambahkan mesin sehingga persoalan ini tidak menjadi masalah yang berkelanjutan,” harapnya. (Syahrul)










