SELATPANJANG, (SP) – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti akan menggelar Seminar Paparan Sejarah Pahlawan Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman guru sejarah mengenai tokoh perjuangan serta jejak sejarah yang terdapat di daerah.
Seminar yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung Senin (5/10/2026), mengalami perubahan jadwal menjadi Sabtu (10/10/2026). Penjadwalan ulang dilakukan menyusul adanya rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kegiatan dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang.
Sebanyak 50 guru sejarah tingkat SLTA bersama budayawan se-Kabupaten Kepulauan Meranti akan mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., mengatakan seminar tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan sejarah daerah.
” Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang tokoh-tokoh pelaku sejarah dan tempat-tempat bersejarah pada masa sebelum kemerdekaan Republik Indonesia maupun pada masa perjuangan kemerdekaan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar Afrizal, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, sejarah lokal memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap identitas daerah. Karena itu, guru sejarah dinilai memiliki peran strategis dalam meneruskan pengetahuan tersebut kepada para pelajar.
Tidak hanya mengenalkan tokoh nasional, kata dia, para pelajar juga perlu mengetahui tokoh, peristiwa dan situs sejarah yang berada di lingkungan daerah tempat mereka tinggal.
“Guru sejarah tidak hanya menyampaikan materi yang ada dalam buku pelajaran, tetapi juga dapat memperkenalkan sejarah daerah yang dekat dengan kehidupan murid,” ujarnya.
Hadirkan Empat Narasumber
Untuk memperkaya materi, panitia menghadirkan empat narasumber dengan latar belakang yang berkaitan dengan sejarah, arsip, kebudayaan dan situs cagar budaya di Kepulauan Meranti.
Narasumber pertama yakni Datuk Dr. H. Abu Hanifah, M.Pd., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai sumber sejarah, dokumentasi serta arsip daerah.
Kemudian Ir. Edi Sumantri yang merupakan zuriyat Datuk Sri Bijuangsa. Kehadirannya diharapkan memberikan gambaran mengenai perjalanan tokoh serta warisan sejarah yang berkaitan dengan keluarga dan masyarakat setempat.
Narasumber berikutnya Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti.
Sementara narasumber keempat yakni Tengku Fadli Fakhrudin, juru pelihara situs cagar budaya makam Tengku Soelong Tjantik.
Keterlibatan juru pelihara situs cagar budaya tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai keberadaan situs sejarah yang menjadi bagian dari bukti perjalanan masa lalu di Kepulauan Meranti.
Dorong Pembelajaran Sejarah Lokal
Afrizal menilai pengenalan sejarah lokal melalui dunia pendidikan penting dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, pemahaman terhadap sejarah daerah tidak hanya berkaitan dengan masa lalu, tetapi juga menyangkut identitas dan jati diri masyarakat.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh guru dalam seminar dapat dikembangkan kembali melalui pembelajaran maupun kegiatan literasi sejarah di sekolah.
Dengan demikian, sejarah lokal Kepulauan Meranti tidak hanya menjadi cerita yang disampaikan secara lisan, tetapi dapat didokumentasikan, dikaji dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
LAMR Kepulauan Meranti berharap seminar tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat dokumentasi serta pewarisan sejarah daerah. Termasuk memperkenalkan tokoh perjuangan dan situs bersejarah kepada generasi muda secara lebih sistematis.
Selain mengikuti materi dan diskusi, para peserta seminar juga akan mendapatkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan dalam kegiatan tersebut. (rls)










