Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 5 Jul 2026 11:19 ·

“Percuma Tanam Mangrove, Hanyut Disapu Ombak”, Warga Pulau Rangsang Minta Batu Pemecah Ombak


 Kondisi Pulau Rangsang Abrasi Perbesar

Kondisi Pulau Rangsang Abrasi

Selatpanjangpos.id, Meranti– Ancaman abrasi di pesisir Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti semakin mengkhawatirkan. Gelombang laut yang terus mengikis bibir pantai disebut telah merusak lahan perkebunan warga dan kini mulai mendekati kawasan permukiman.

Salah seorang warga, Said, mengatakan kondisi abrasi di desanya belum banyak terekspos, padahal dampaknya terus dirasakan masyarakat dari waktu ke waktu.

“Abrasi semakin mendekat ke permukiman warga. Kebun milik masyarakat juga sudah banyak yang runtuh ditelan ombak. Kondisi di sini belum tersorot dengan jelas,” ujar Said kepada Selatpanjangpos, Ahad (5/7/2026).

Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan satu solusi, yakni penambahan batu pemecah ombak di sepanjang titik rawan abrasi. Saat ini, batu pemecah ombak memang telah dibangun di beberapa lokasi, namun belum menjangkau seluruh kawasan yang terdampak.

“Harapan masyarakat cuma satu, minta batu pemecah ombak. Memang sudah ada, tetapi belum merata,” katanya.

Said menilai penanaman mangrove di lokasi tersebut belum menjadi solusi yang efektif karena kuatnya gelombang laut. Bibit mangrove yang pernah ditanam sebelumnya tidak mampu bertahan dan akhirnya hanyut disapu ombak.

“Percuma tanam mangrove, hanyut disapu ombak. Dulu pernah ada penanaman mangrove, tapi tidak ada yang tumbuh karena disapu ombak. Kalau ditanam di belakang batu pemecah ombak, baru bisa hidup,” jelasnya.»

Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata untuk memperkuat perlindungan garis pantai. Menurutnya, apabila abrasi terus dibiarkan, bukan hanya lahan perkebunan yang hilang, tetapi juga permukiman warga berpotensi terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, Selatpanjangpos masih mengupayakan konfirmasi kepada instansi terkait mengenai penanganan abrasi di wilayah pesisir Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, termasuk rencana penambahan batu pemecah ombak sebagai upaya melindungi kawasan yang terus tergerus gelombang.

 

Laporan : Zikri

Artikel ini telah dibaca 32 kali

Baca Lainnya

Perdagangan Karbon Digadang Jadi Alternatif Penghasilan Masyarakat Meranti

24 Juli 2026 - 20:32

Kapolres Meranti Pimpin Apel Perdana, Titip 3 Pesan ke Seluruh Personel

22 Juli 2026 - 13:25

Disambut Adat Melayu, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita Mulai Bertugas sebagai Kapolres Kepulauan Meranti

17 Juli 2026 - 21:26

Sidak RSUD, Bupati Asmar Minta Pelayanan Pasien Jadi Prioritas

14 Juli 2026 - 20:13

Bupati Asmar Sambut 450 Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Minta Utamakan Pengabdian dan Keselamatan

14 Juli 2026 - 18:01

Gangguan Alam Dominasi Penyebab Pemadaman Listrik di Meranti, Mesin Tetap Normal

11 Juli 2026 - 11:05

Trending di Daerah