PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau berencana membangun Jembatan Selat Akar di Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2026. Sementara pembangunan Jembatan Panglima Sampul ditargetkan melalui APBD Perubahan 2026 atau paling lambat pada tahun 2027.
Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar usai pertemuan dengan Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto, di Kantor DPRD Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu (21/1/2026).
“Asalnya dua jembatan dianggarkan, Selat Akar Rp30 miliar dan Panglima Sampul Rp50 miliar. Namun karena efisiensi anggaran, tahun ini baru Selat Akar yang bisa dibangun,” ujar Asmar.
Meski demikian, ia berharap pembangunan Jembatan Panglima Sampul tetap dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026 atau paling lambat 2027.
“Kami minta masyarakat bersabar. Yang jelas tahun ini pembangunan Jembatan Selat Akar harus kita kawal sampai selesai,” katanya.
Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Khalid Ali, yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD provinsi, dan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Kami berharap masyarakat mendoakan perjuangan ini agar pembangunan di Meranti bisa segera terealisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto, mengakui kondisi APBD Riau saat ini cukup terbatas akibat pemangkasan dana transfer pusat. Meski begitu, DPRD tetap berupaya mencari solusi.
“Infrastruktur di Meranti menjadi perhatian serius, terutama dua jembatan yang roboh karena merupakan akses penting bagi masyarakat,” tegasnya.










