SELATPANJANGPOS.ID– Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Sopandi, menunjukkan peran aktif legislatif dalam mengawal program strategis daerah dengan mendampingi Wakil Bupati Meranti, Muzamil Baharudin, dalam audiensi bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026). Berita ini diterbitkan Senin (31/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian tersebut difokuskan pada upaya percepatan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti, sekaligus menyampaikan berbagai usulan program prioritas daerah kepada pemerintah pusat.
Delegasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Muzamil Baharudin dan turut dihadiri sejumlah pejabat terkait. Kehadiran Sopandi sebagai unsur legislatif dinilai strategis dalam memastikan aspirasi masyarakat, khususnya petani, tersampaikan secara langsung kepada pemerintah pusat.
Dalam forum tersebut, Sopandi menekankan pentingnya intervensi nyata dari pemerintah pusat terhadap daerah berbasis pertanian dan perkebunan seperti Kepulauan Meranti. Menurutnya, tanpa dukungan anggaran dan program dari kementerian, upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian akan berjalan lambat.
“Meranti merupakan daerah dengan potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu, dibutuhkan dukungan konkret dari pemerintah pusat agar pengembangan sektor ini bisa lebih optimal,” ujarnya.
Selain itu, berbagai usulan strategis turut disampaikan, mulai dari penguatan subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan. Pemerintah daerah juga mengusulkan program prioritas tahun 2027, termasuk dukungan sarana dan prasarana pertanian dari hulu hingga hilir.
Komoditas unggulan daerah seperti sagu, kopi, kelapa, dan karet menjadi fokus pengembangan, guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal. Di sisi lain, sejumlah persoalan klasik juga disoroti, seperti keterbatasan infrastruktur, distribusi logistik, konflik lahan, serta minimnya sumber daya manusia di sektor pertanian.
Sopandi juga mendorong pembangunan infrastruktur pendukung, seperti jalan produksi di kawasan perkebunan serta penguatan pendidikan vokasi melalui pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Wakil Bupati Muzamil menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan utama, sehingga sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kebutuhan mendesak dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian RI menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti secara berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat pembangunan sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.(adv)










