SELATPANJANGPOS.ID, MERANTI – Anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi PDI Perjuangan, Cucun, mendampingi Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Komjen Pol. Makhruzi Rahman, dalam penutupan Festival Perang Air Cian Cui 2026 yang digelar di Selatpanjang, Sabtu (21/2/2026).
Penutupan festival tersebut menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekretaris BNPP RI menegaskan bahwa Festival Perang Air Cian Cui bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan refleksi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan hidup secara harmonis di tengah masyarakat. Tradisi ini dinilai sebagai hasil akulturasi budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Melayu yang telah mengakar kuat dan menjadi identitas bersama masyarakat Meranti.
Ia juga menekankan pentingnya peran wilayah perbatasan sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia, di mana keberagaman justru menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan harmoni sosial.
Selain sebagai simbol toleransi, festival ini juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata, transportasi, serta promosi produk unggulan daerah.
Cucun yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal sebagai aset penting daerah. Ia menilai Festival Perang Air tidak hanya mempererat kebersamaan antar masyarakat, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam meningkatkan daya tarik wisata Kepulauan Meranti.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari panitia, aparat keamanan, hingga masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan festival sehingga berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Festival Perang Air Cian Cui sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa pesisir di Selatpanjang yang telah berlangsung turun-temurun. Tradisi ini dimaknai sebagai simbol kebersihan diri, keberkahan, serta mempererat persaudaraan lintas etnis dan agama.
Kegiatan ini juga telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, menjadikannya sebagai salah satu event unggulan nasional yang berpotensi besar dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi di wilayah perbatasan.
Penutupan festival turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, perwakilan kementerian terkait, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.(adv)










