SELATPANJANGPOS.ID– Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Muyono SE, M.I.Kom, mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan, Kamis (31/3/2026).
Muyono menilai, hingga saat ini BUMD, khususnya PT Bumi Meranti, belum mampu memberikan hasil nyata maupun progres yang jelas dalam menjalankan perannya sebagai penggerak ekonomi daerah. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena BUMD seharusnya mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami melihat sejak awal BUMD ini belum menunjukkan perkembangan berarti. Bahkan ketika diminta penjelasan, jawabannya masih sama, belum memberikan keuntungan. Ini harus dibuka secara transparan,” tegasnya.
Menurutnya, sebuah badan usaha daerah tidak hanya cukup berdiri secara administratif, tetapi harus mampu menghasilkan keuntungan atau setidaknya memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kalau usaha tidak menghasilkan, tentu perlu dievaluasi. BUMD harus bisa memberikan manfaat nyata bagi daerah, bukan justru menjadi beban,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan dari sisi manajemen, termasuk evaluasi terhadap jajaran pengelola BUMD. Diperlukan figur yang memiliki kapasitas, integritas, serta profesionalitas dalam mengelola perusahaan daerah.
“Kami minta Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda segera melakukan evaluasi menyeluruh. Harus ada pembenahan, termasuk menghadirkan figur yang kompeten dan memiliki visi yang jelas,” ungkapnya.
Selain itu, DPRD juga menyoroti potensi peningkatan PAD dari sektor pelabuhan, terutama dengan adanya penyesuaian tarif pass masuk di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang.
Dalam waktu dekat, DPRD berencana memanggil pihak BUMD bersama OPD terkait guna membahas langkah strategis agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan.
Muyono menegaskan, evaluasi ini penting agar BUMD di Kabupaten Kepulauan Meranti benar-benar mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan tidak sekadar menjadi beban tanpa hasil.(adv)










