Menu

Mode Gelap
 

Hukrim · 6 Sep 2026 15:01 WIB

Warga Malaysia Mengaku Rugi Rp11 Juta, Kirim Bukti Transfer kepada Warga Selatpanjang


 Bukti transaksi elektronik yang ditunjukkan warga negara Malaysia, Azmi, serta dokumentasi tiga orang warga Selatpanjang yang disebut dalam keterangannya terkait rencana keberangkatan ke Malaysia. Perbesar

Bukti transaksi elektronik yang ditunjukkan warga negara Malaysia, Azmi, serta dokumentasi tiga orang warga Selatpanjang yang disebut dalam keterangannya terkait rencana keberangkatan ke Malaysia.

SELATPANJANG (SP)– Seorang warga negara Malaysia, Azmi (43), mengaku mengalami kerugian sebesar 2.800 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp11 juta lebih setelah mengirimkan sejumlah uang kepada beberapa warga asal Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Ahad (06/09/2026)

Azmi yang kini menetap di Kuala Lumpur, Malaysia, mengaku dirinya merupakan pihak yang menyediakan pekerjaan bagi para pekerja tersebut. Jika di Indonesia, posisinya kurang lebih seperti kontraktor yang mendapatkan pekerjaan pembangunan dan kemudian mencari atau mendatangkan pekerja untuk mengerjakan sejumlah proyek bangunan.

Kepada Selatpanjangpos, Azmi mengaku uang tersebut dikirimkan untuk keperluan keberangkatan sejumlah warga Selatpanjang ke Malaysia guna bekerja pada pekerjaan bangunan yang telah disiapkan.

Azmi juga mengirimkan bukti transfer yang menurut pengakuannya berkaitan dengan uang yang telah diberikan kepada sejumlah orang tersebut.

Ia mengatakan, komunikasi mengenai rencana keberangkatan telah dilakukan sejak 1 September 2026. Dalam percakapan yang diterima Selatpanjangpos, terdapat sejumlah nama yang disebut, di antaranya Mujito, Eko, Rahab dan Edi.

“Ini kasus pertama. Saya tak dapat hubungi mereka terus. Semuanya lima orang,” kata Azmi dalam percakapan yang diterima Selatpanjangpos, Minggu (6/9/2026).

Menurut Azmi, kelompok pertama terdiri dari tiga orang, yakni Mujito, Eko dan seorang lainnya yang disebut sebagai kawan mereka. Ia kemudian berupaya mencari cara lain untuk memasukkan dua orang tambahan yang juga merupakan teman mereka.

Namun, hingga waktu yang dijanjikan, orang-orang tersebut disebut tidak kunjung tiba.

“Sampai malam tadi saya tunggu, tidak kunjung tiba,” ujarnya.

Kirim 1.000 Ringgit

Azmi juga mengungkapkan adanya pengiriman uang sebesar 1.000 Ringgit kepada seseorang bernama Rahab. Menurutnya, uang tersebut diberikan karena yang bersangkutan menyampaikan tidak memiliki biaya untuk berangkat.

“Karena mereka bilang tidak ada uang untuk berangkat. Mereka orang Selatpanjang,” katanya.

Azmi menyebut total nama yang berkaitan dengan rencana keberangkatan tersebut adalah Mujito, Eko, Rahab, Edi dan satu orang lainnya yang menurutnya baru akan dibawa masuk.

“Yang terbaru, 1.000 Ringgit saya masukkan kepada dia,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Mujito dan Eko sebelumnya disebut sudah pernah masuk ke Malaysia untuk bekerja. Namun, setelah cukup lama tidak masuk, keduanya kembali melakukan perjalanan dan kemudian pulang karena masa berlaku izin mereka telah berakhir.

“Jadi balik 10 hari dan masuk kembali. Yang terbaru ini, tapi tak muncul,” katanya.

Untuk total uang yang dikeluarkan, Azmi menyebut terdapat 1.800 Ringgit yang diberikan kepada seseorang yang disebutnya sebagai orang tua bersama Mujito. Sementara itu, 1.000 Ringgit lainnya merupakan pengiriman terbaru yang menurutnya baru diberikan untuk satu kali keberangkatan.

Disebut Sudah Berada di Malaysia

Azmi juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait lima orang yang disebut dalam keterangannya tersebut.

Menurut pengakuannya, kelima orang tersebut saat ini telah berangkat dan berada di Malaysia. Namun, Azmi menyebut mereka tidak bekerja dengannya sebagaimana rencana awal.

Yang membuatnya keberatan, menurut Azmi, uang yang sebelumnya telah dikirimkan untuk keperluan keberangkatan tetap diterima oleh orang-orang tersebut.

“Mereka sekarang sudah berangkat ke Malaysia, cuma tidak bekerja dengan saya. Tapi menerima uang yang sudah saya kirimkan,” kata Azmi.

Azmi mengaku kondisi tersebut membuat dirinya merasa kecewa karena sebelumnya uang dikirimkan berdasarkan kesepakatan dan kepercayaan bahwa mereka akan bekerja pada pekerjaan bangunan yang telah disiapkannya.

Bukan Soal Nilai Uang

Azmi mengaku persoalan serupa sebenarnya pernah dialaminya sebelumnya. Namun, pengalaman tersebut tidak ingin lagi diingatnya dan memilih untuk mengikhlaskannya.

“Yang dulu saya sudah ikhlaskan. Saya tak mau mengenang lagi,” ujarnya.

Untuk persoalan kali ini, Azmi mengaku kecewa bukan semata-mata karena nilai uang yang dikeluarkan. Menurutnya, yang paling membuatnya kecewa adalah persoalan kepercayaan.

“Bukan nilai, tapi kepercayaan sudah hancur,” katanya.

Azmi berharap persoalan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi orang lain agar lebih berhati-hati dalam memberikan uang atau melakukan kesepakatan terkait pekerjaan dan keberangkatan ke Malaysia.

Ia juga berharap tidak ada pihak lain yang mengalami kejadian serupa dengan orang-orang yang disebutnya dalam percakapan tersebut.

Selatpanjangpos masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak yang namanya disebut dalam keterangan Azmi untuk memperoleh penjelasan dan hak jawab. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari Mujito, Eko, Rahab maupun Edi terkait pengakuan tersebut.

Redaksi menegaskan, informasi mengenai dugaan kerugian ini bersumber dari keterangan Azmi dan bukti transfer yang disampaikan kepada redaksi. Penyebutan nama dalam berita ini tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bahwa pihak yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana. Hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi pihak-pihak yang disebutkan.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Janji Loloskan Anak Masuk Polri, Warga Meranti Diduga Rugi Rp307 Juta

3 September 2026 - 09:03 WIB

Pria Kelahiran Selatpanjang Diburu Bareskrim, Yuwanky Akhirnya Ditangkap

28 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Kelahiran Selatpanjang, Pengusaha Planet Batam Yuwanky Kini Diburu Bareskrim

21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

291 Narapidana Lapas Selatpanjang Terima Remisi HUT ke-81 RI, Tiga Langsung Bebas

18 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Solar dan Kipas Kapal Raib, Polisi Amankan Pria di Selatpanjang

16 Agustus 2026 - 22:06 WIB

CCTV Bantu Polsek Tebing Tinggi Ungkap Pencurian Kambing Bunting di Selatpanjang

16 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Trending di Hukrim